Puan Kelana
Silampukau
kau putar sekali lagi champs elyses
lidah kita bertaut ala france langit sungguh jingga itu sore dan kau masih milikku kita tak pernah suka air mata berangkatlah sendiri ke djuanda tiap kali langit meremang jingga
aku kan merindukanmu
ah. kau puan kelana mengapa musti kesana jauh-jauh puan kembara sedang dunia punya luka yang sama mari puan kelana jangan tinggalkan hamba toh hujan sama menakjubkannya di paris atau di tiap sudut surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar